Kehidupan memiliki berbagai misteri, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita di esok hari. Yakinlah setiap peristiwa yang terjadi dan yang kita alami menyimpan sejuta rahasia. Seperti halnya keberkahan hidup yang bisa ditempuh lewat berbagai cara. Salah satunya adalah keberkahan dari do’a anak-anak yatim. Do’a dari anak-anak yang sudah tidak bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Apalagi yang sholeh dan sholehah. Kini satu kisah lagi keajaiban Sang Maha Kuasa. Keajaiban berbagi dengan anak-anak yatim yang dialami oleh seorang pengusaha.
Mulanya, salah satu donatur kita ini mencoba untuk ber-istiqomah menyantuni anak-anak yatim di Yayasan Himmatun Ayat. Setiap pekan, ia selalu mendatangi sekretariat Himmah. Dan, dari keistiqomahan itulah, Allah mengganti harta yang telah ia berikan kepada anak-anak yatim dengan ganti yang lebih banyak. Memang Allah telah menjanjikan pada kita bahwa sesungguhnya jika kita semakin banyak bershodaqoh justru semakin bertambah pula harta yang kita miliki. Insyaallah. Dan keadaan yang ia alami juga demikian, usahanya yang aalnya biasa-biasa saja berkembang menjadi luar biasa pesat.
Suatu ketika, ia lupa akan keistiqomahan itu karena terlelap di dalam kehidupan yang sangat nyaman. Hingga usaha yang semula sukses kembali menurun. Program-program kerja yang telah dibuatnya semuanya mengalami kegagalan. Tidak hanya itu, ia bahkan menganggap bahwa dirinya tidak profesional dalam mengurusi usahanya sendiri.
Dan sampai suatu saat, ia belum menyadari apa yang telah ia lakukan sehingga usaha yang semula baik-baik saja menjadi kacau balau. Tapi, untunglah Allah masih membukakan jalan baginya sehingga ia teringat akan sesuatu yang sudah terlupakan. Apa itu ? Keistiqomahannya yang dulu, yaitu berbagi bersama anak-anak yatim setiap pekan.
Tak lama kemudian, subhanallah, usahanya kembali diberikan kesuksesan dan kelancaran. Selain faktor keuletan dan evaluasinya atas kesalahan yang telah ia lakukan selama ini. Dan ia berpesan “Janganlah kita hanya menyimpan harta kita hanya untuk diri kita sendiri, karena, harta yang kita miliki bukanlah milik kita sepenuhnya tetapi milik orang lain yang lebih membutuhkan”.
Dan dari semua peristiwa pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Begitupun kisah ini, bahwa tak ada hal yang luput dari penglihatan Allah SWT. Dan dari semua perbuatan pasti ada balasannya.
“Berbuat baiklah jika ingin orang lain berbuat baik pula ”
Akte Notaris Ny.Noorhayati S. Widodo 18 tanggal 16 Mei 1997 Terdaftar Dinas Sosial DIY. No ; 188/0152/V.I Tanggal 19 Januari 2012 No.Rekening : BRI Cab. Wates No : 0152.01.003706-50-5 Panti Asuhan Muhammadiyah Wates BATARA Bank BTN Rek No : 107601570006289 Panti Asuhan Muhammadiyah Wates Alamat : Kriyanan Rt.30/Rw.14 Wates Kulonprogo Jogjakarta 55611 Telp 0274-774230 Fax (0274) 774230
Sabtu, 29 Januari 2011
BERHASIL MENUNAIKAN IBADAH HAJI SESUDAH MINTA DOA ANAK-ANAK YATIM
BERHASIL MENUNAIKAN IBADAH HAJI SESUDAH MINTA DOA ANAK-ANAK YATIM
oleh Pecinta Anak Yatim
Syahrani Akbari Sadrie, seorang hamba Allah yang tinggal di Ciledug, Tangerang.
Ani, begitu ia biasa dipanggil; dan suaminya, Adam Bachtiar menikah pada tahun 1990. Kehidupan rumah tangga mereka pasca pernikahan biasa-biasa saja, kalau tidak dikatakan sangat sederhana. Begitu pula dengan karier mereka sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Mereka merasakan kehidupan mereka berubah, baik secara karier maupun ekonomi, sesudah mereka sering menyantuni anak-anak yatim. Pada tahun 1998 tatkala sedang diadakan pengajian di rumahnya, guru ngaji Ani membawa anak-anak yatim ke rumah mereka. Setelah pengajian selesai, Ani memberikan uang kepada anak-anak yatim tersebut.
Sesudah anak-anak yatim pulang bersama dengan guru ngaji mereka, tiba-tiba di hati Ani timbul perasaan yang sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Perasaan yang begitu indah dan kebahagiaan yang amat sangat begitu lembut menyisir setiap ruang di hati mereka. Sejak peristiwa itulah Ani makin rajin membantu dan menyantuni anak-anak yatim setiap bulannya.
Dari hari ke hari kehidupan ekonomi Ani dan keluarga makin membaik. Segala cita-cita dan keinginan yang mereka impikan diberikan kemudahan oleh Allah dan jalan untuk mendapatkannya. Semua itu ia rasakan karena doa yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim kepada mereka.
Sungguh Ani tidak pernah menyangka kalau suatu hari kelak ia akan mendapatkan panggilan untuk mengunjungi Baitullah dan mendapatkan kemuliaan untuk berziarah ke rumah-Nya yang suci dan menziarahi makam nabi-Nya yang mulia Muhammad (saw).
Peristiwa itu bermula ketika suatu hari, sesudah menyantuni anak-anak yatim, Ani pernah nyeletuk dengan nada sedikit bercanda, ia minta didoakan oleh anak-anak yatim agar ia bisa berangkat haji. Kala itu ia berkata, “Doain ibu ya, semoga ibu bisa menunaikan ibadah haji tahun ini,” ucapnya sambil tersenyum.
Ani tersenyum bukan karena dia tidak serius meminta didoakan. Ia tersenyum karena dia sama sekali belum mempersiapkan uang atau tabungan untuk keberangkatannya dan suaminya.
Namun, tidak ada yang sulit apabila Allah menghendaki. Sebulan kemudian sesudah ia meminta doa anak-anak yatim itu, ia dan suaminya merasakan Allah mempermudah rezeki mereka. Tepat pada waktu bulan haji tiba, uang untuk menunaikan ibadah haji sudah siap. Ani sama sekali tidak menyangka kalau ia akan bisa menunaikan ibadah haji di tahun itu. Ketika sedang menunggu keberangkatan, dia teringat kata-katanya di depan anak-anak yatim dahulu, tatkala ia meminta doa kepada mereka.
by: Keajaiban Menyantuni Anak Yatim oleh Mujahidin N
oleh Pecinta Anak Yatim
Syahrani Akbari Sadrie, seorang hamba Allah yang tinggal di Ciledug, Tangerang.
Ani, begitu ia biasa dipanggil; dan suaminya, Adam Bachtiar menikah pada tahun 1990. Kehidupan rumah tangga mereka pasca pernikahan biasa-biasa saja, kalau tidak dikatakan sangat sederhana. Begitu pula dengan karier mereka sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Mereka merasakan kehidupan mereka berubah, baik secara karier maupun ekonomi, sesudah mereka sering menyantuni anak-anak yatim. Pada tahun 1998 tatkala sedang diadakan pengajian di rumahnya, guru ngaji Ani membawa anak-anak yatim ke rumah mereka. Setelah pengajian selesai, Ani memberikan uang kepada anak-anak yatim tersebut.
Sesudah anak-anak yatim pulang bersama dengan guru ngaji mereka, tiba-tiba di hati Ani timbul perasaan yang sungguh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Perasaan yang begitu indah dan kebahagiaan yang amat sangat begitu lembut menyisir setiap ruang di hati mereka. Sejak peristiwa itulah Ani makin rajin membantu dan menyantuni anak-anak yatim setiap bulannya.
Dari hari ke hari kehidupan ekonomi Ani dan keluarga makin membaik. Segala cita-cita dan keinginan yang mereka impikan diberikan kemudahan oleh Allah dan jalan untuk mendapatkannya. Semua itu ia rasakan karena doa yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim kepada mereka.
Sungguh Ani tidak pernah menyangka kalau suatu hari kelak ia akan mendapatkan panggilan untuk mengunjungi Baitullah dan mendapatkan kemuliaan untuk berziarah ke rumah-Nya yang suci dan menziarahi makam nabi-Nya yang mulia Muhammad (saw).
Peristiwa itu bermula ketika suatu hari, sesudah menyantuni anak-anak yatim, Ani pernah nyeletuk dengan nada sedikit bercanda, ia minta didoakan oleh anak-anak yatim agar ia bisa berangkat haji. Kala itu ia berkata, “Doain ibu ya, semoga ibu bisa menunaikan ibadah haji tahun ini,” ucapnya sambil tersenyum.
Ani tersenyum bukan karena dia tidak serius meminta didoakan. Ia tersenyum karena dia sama sekali belum mempersiapkan uang atau tabungan untuk keberangkatannya dan suaminya.
Namun, tidak ada yang sulit apabila Allah menghendaki. Sebulan kemudian sesudah ia meminta doa anak-anak yatim itu, ia dan suaminya merasakan Allah mempermudah rezeki mereka. Tepat pada waktu bulan haji tiba, uang untuk menunaikan ibadah haji sudah siap. Ani sama sekali tidak menyangka kalau ia akan bisa menunaikan ibadah haji di tahun itu. Ketika sedang menunggu keberangkatan, dia teringat kata-katanya di depan anak-anak yatim dahulu, tatkala ia meminta doa kepada mereka.
by: Keajaiban Menyantuni Anak Yatim oleh Mujahidin N
Langganan:
Postingan (Atom)