Assalamu'alaikum wr. wb " Kami Pengurus mengajak kepada bapak/ibu/saudara donatur/pembaca blogpanti yang ingin berinvestasi akhirat utk pembebasan tanah panti permeter : 250.000.yang masih kurang 35 juta.jika berminat hbg bendahara Hj,sri Murtini :081328838320/0274 773720/774230/langsung transfer ke no.rekening panti BRI cab.wates no.0152.01.003706-50-5 Cq H.Anwarudin. semoga menjadi sebab-sebab kemudahan dan khusnulkhotimah

Kamis, 13 November 2008

KESALAHAN DALAM MEMAHAMI SHALAT DAN DO'A ISTIKHARAH

Oleh : Tohari bin Misro Al-Maduri
Pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah Wates

MUQADDIMAH

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. ( QS : Asy-Syuuro: 38 )

dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS : Ali : Imran : 159 )
Dari dua ayat ini, maka selayaknya bagi seorang muslim sebelum dia mengambil keputusan. dia menjadikan musyawarah sebagai teman hidup. Dikatakan oleh orang-orang hikmah " Makhobara manis tasyara " tidaklah akan menyesal orang yang bermusyawarah " cobalah kita banding dengan perkara-perkara yang diputuskan sendiri. Maka akan kita lihat hasil yang sangat jauh ? "
Akan tetapi yang lebih penting dari itu semua, Apakah semua urusan kita telah kita musyawarahkan dengan pemilik alam semesta ini, Yaitu Allah azzawajalla. Inilah yang akan kita bahas.
Sejauh ini kita telah berumur, telah kita lewati siang dan malam, ratusan bahkan ribuan persoalan hidup kita lalui. Dan sebanyak itupulah persoalan dunia dan akhirat. akan tetapi sudahkan kita melakukan Istikharah, memohon Istikharah/pemilihan dari Allah dalam memutuskan perkara hidup kita ??? makanya Islam memerintankan dan menganjurkan kaum muslimin/muslimah agar selalu beristikharah dengan Allah, karena dia adalah tali penghubung antara kehidupan seorang muslim dengan ridha Allah. seorang muslim yang melakukan istikharah dengan Allah ia tidak akan menyesal karena Allah telah meridhoinya.
Dari sebanyak ini kita hidup sudahkah kita telah menghafal do'a istikharah ? dari sebanyak ini kita memohon dan meminta apakah kita telah meminta kepada Allah dengan do'a yang diajarkan Rasulullah 1400 tahun yang lalu dengan do'a istikharah ?
Banyak momen-momen penting di dalam kehidupan yang harus memohon permintaan istikharah kepada Allah. Mulai kita akan mau masuk sekolah ? bekerja ? menikah ? akan punya keturunan ? bahkan akan bangun rumah ? membeli mobil/ sepeda motor ? dll ? dari sebagian momen-momen penting ini sudahkah kita beristikharah kepada Allah ?
MABHATS
Pengertian Istikharah
Secara bahasa, istikharah artinya meminta kebaikan secara mutlak tanpa adanya batasan tertentu. Yang di ambil dari bentuk Istaf'ala dari Khoirun. Kata khoirun adalah isim sebagaimana terdapat di dalam perkataa. Khoorakallahu laka fii hadzalamri ( Allah memilih yang terbaik untukmu di dalam urusan ini.
Secara Syar'i/istilah adalah meminta kebaikan kepada Allah dalam urusan yang dibolehkan oleh Allah untuk dilakukan hambanya dengan tatacara yang dicontohkan oleh Rasulullah. ( lihat kitab Lisanul arab karya Ibnu Al-Mandzur juz XII hal 1-12 ) Dan Allah berfirman

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka[1134]. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). [1134] bila Allah Telah menentukan sesuatu, Maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus menaati dan menerima apa yang Telah ditetapkan Allah. ( QS : Al-Qashash: 68 )
Balik dari pengajian ini, Insyaallah kita dapat menghafalnya, agar ia lakukan setiap kali sholat, karena do'a istikharah tidak mutlak harus melakukan sholat dua rakaat, dia bisa ditempelkan didalam sujud, dia bisa diletakkan sebelum salam, dia bisa di dilakukan setelah sholat, dia bisa menempatkannya diwaktu-waktu/tempat-tempat yang mustajab ! dan dia ada disemua buku-buku do'a. dan inilah riwayatnya :
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ
Dari Jabir bin Abdillah, berkata " Rasulullah mengajari kami shalat Istikhora untuk memutuskan segala sesuatu, sebagimana mengajari surat al-Qur'an." Beliau bersabda " Apabila seseorang diantara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah ( Istikharah ) dua rakaat, kemudian bacalah do'a ini :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ, فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ, اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ (وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ )خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي , عَاجِلِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي, وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ, وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي, فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي , عَاجِلِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي , وَاصْرِفْنِي عَنْهُ, وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ ,
حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ
N Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu
N Dan aku memohon kekuatan kepada-Mu ( untuk mengatasi persoalanku ) dengan ke-Mahakuasaan-Mu.
NAku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Mahaagung,
N Sesungguhnya Engkau Maha kuasa, sedangkan akau tidak kuasa,
N Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Mahamengetahui hal yang ghaib.
N Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini ( orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebutkan persoalannya ) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku.… di dunia atau akhirat ! sukseskanlah untukku,
N Mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah.
N Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini berbahaya bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku. … di dunia dan akhirat-maka singkirkanlah persoalan tersebut,
N Dan jauhkan aku dari padanya,
N Takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku
( HR : An-nasa'I : 442 adapun do'a Istikhora yang lain sedikit beda redaksi bisa dilihat di HR: Bukhori no.1162. 6382 dan 7390, Abu Daud : 1315, At-tirmidzi : 442,, Ibnu Majah : 1373, Ahmad : 14748 )

KESALAHAN DALAM MEMAHAMI
SHALAT DAN DO'A ISTIKHARAH

1. Keyakinan sebagian orang bahwa shalat istikhoroh itu disyariatkan saat ragu-ragu dalam memilih di antara dua perkara. Hal ini tidak benar, karena sabda Nabi إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ " jika salah seorang di anatara berniat sesuatu … " dan beliau tidaka bersabda " jika kamu ragu-ragu ( idza taraddada ).
Maka jika seseorang ingin melakukan suatu pekerjaan, dan tidak ada dihadapannya kecuali satu pilihan saja atau berkeinginan untuk meninggalknnya. Maka hendaklah dia beristikhorih kepada Allah atas hal tersebut.
Adapun jika kita dihadapkan pada banyak pilihan, maka pertama-tama wajib atasnya; setelah meminta pertimbangan masukan dari ahli ilmu dan yang ahli dalam urusan tersebut dan yang dia percaya untuk menentukan satu pilihan saja dari berbagai pilihan yang dihadapi. Maka jika di berkeinginan untuk melakukannya, hendaklah kerjakan dulu istikharah terlebih dahulu.
2. Keyakinan seseorang bahwa istikharah tidak disyariatkan kecuali pada perkara-perkara tertentu, seperti pernikahan/safar atau sebuah urusan yang memiliki kepentingan besar. Ini adalah keyakinan yang tidak benar. Karena bunyi hadisnya :" كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا Adalah Nabi mengajarkan kami shalat istikhoroh pada semua urusan " dan Nabi tidak berkata " pada sebagian perkara, atau perkara besar "
3. Keyakinan sebagian orang bahwa istikhoroh haruslah dua rakaat khusus. Ini tidak benar, karena sabda Nabi : فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ " Maka hendaklah dia shalat dua rakaat selain shalat fardhu "
Hadis ini oleh ulama ahli hadis bersifat umum, mencakup tahiyyatul masjid, sunnah rawatib, dhuha, dll
4. Keyakinan sebagian orang bahwa harus lapang dada setelah istikharah. Ini tidak ada dalilnya. Karena hakekat dari istikhoroh adalah memasrahkan urusan tersebut kepada Allah. Sekalipun dia memmbenci perkara itu. Allah berfirman :
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui
( QS : Al-Baqarah : 216 )
5. Keyakinan sebagian orang bahwa harus melihat mimpi setelah istikhoroh yang menunjukkan yang benar. Bisa jadi dia akan berhenti dari proses untuk bekerja tersebut setelah istikharah karena menunggu mimpi. Ini ini keyakinan yang tdak dasar dalam syariat. Bahkan wajib atas seorang hamba untuk bersegerah melakukan pekerjaan tersebut setelah istikhoroh dengan menyerahkan segala urusannya pada Allah
6. Mengkhususkan bacaan-bacaan tertentu pada setiap rakaat dari shalat istikharah. Seperti membaca al-fatihah beberapa kali dan surat-surat tertentu sekian kali. Ini semua tidak ada dalil dari Nabi
7. Setelah melakukan shalat istikharah yang bersangkutan membuka mushaf al-Qur'an, kemudian dihitung tujuh halaman ke belakang atau ke depan, dibaca baris yang ke tujuh pada halaman tersebut, jika berbicar tentang perkara-perkara nikmat, maka ia melangkah, dan jika ternyata ayat tersebut berbicara adzab, maka dia dia mengurungkan niatnya. Ini semua sangat jauh dari tuntunan syariat Islam

SEBAB DISYARIATKANNYA
SHALAT DAN DO'A ISTIKHARAH

Syariat sholat istikhoroh merupakan rahmat Allah pada ummatnya Rasulullah. Sebagai ganti dari kebiasaan batil/sesat masyarakat jahiliyah. Sebagaiman firman-Nya
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Berkata ulama tafsir [434] Al Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing yaitu dengan: lakukanlah, Jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi. ( QS : Al-Maidah : 90 )
Islam biasanya ketika melarang sesuatu dan mencegah orang agar tidak melakukannya, memberikan penggatinya yang cocok dan memadai. Akan tetapi, jelas berbeda jauh anatara keangunan dan keberkhan syriat Allah ketimbang aturan manusia yang dibuat untuk dirinya semdiri.

BACAAN SHALAT ISTIKHARAH

Bacaan di dalam shalat istikhoroh ada tiga pendapat :
Ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Syafi'iyah berkata " Disunnahkan membaca al-kafirun pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah, dan rakaat kedua membaca surat a-ikhlas. Berkata imam Nawawi " datangnya kedua bacaan tersebut di dalam shalat dimaksudkan untuk mengikhlaskan keinginan, jujurnya penyerahan hanya pada Allah, serta menampakkan kelemahan di hadapan Allah.
Sebagian ulama yang lain, menganjurkan membaca ayat dibawah ini setelah membaca Al-Fatihah :

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dia kehendaki dan memilihnya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka[1134]. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan[1135].[1134] bila Allah Telah menentukan sesuatu, Maka manusia tidak dapat memilih yang lain lagi dan harus menaati dan menerima apa yang Telah ditetapkan Allah.[1135] Maksudnya: Allah sendirilah yang menentukan segala sesuatu dan ketentuan-ketentuan itu pasti berlaku dan dia pulalah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak. ( QS : al-Qoshos : 68-70 )

Dan pada Raka'at kedua membaca ayat :

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata. ( QS : al-Ahzab : 36 )

Imad Ahmad dan sebagian ahli fiqh tidak mengatakan bacaan tertentu pada shalat istikharah.

BEBERAPA ISTIKHARAH YANG TIDAK ADA CONTOH DALAM SUNNAH

1. Istikharah dengan cara tidur yang sebelumnya membaca ayat-ayat tertentu
2. Istikharah dengan Bijian-bijian atau manik-manik. Dengan cara mengambil beberapa biji lalu menyebutkan hajatnya, jika sampai pda biji tertentu maka itu berhasil.
3. Istikharah dengan memperlihatkan garis-garis telapak tangan pada seseorang
4. Istikharah dengan datang kedukun, paranormal
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
" Barangsiapa yang mendatangi dukun, lalu menanyakan sesuatu hal, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari " ( HR : Muslim : no. 2230 )
maka renungilah firman Allah, bagi yang masih mempercayai orang dukun dan paranormal ;

(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. ( QS : Al-Jin : 26-27 )
وبالله التوفيق
Catatan sumber rujukan makalah ini :
1. Ceramah Ustadz Armin tentang " Fiqh Istikharah " MP3
2. Kitab " Al-Istikharah Kamaa Yuallimunaa Suuratal Qur'an " karya Syaikh Samir bin Rizq
3. HPT
4. MP3 Al-Qur'an dengan terjamah bahasa Indonesia dan Inggris plus tajwid
5. DVD Makktabah Syamilah yang memuat 1000 macam kitab dan kitab lainnya

Rabu, 12 November 2008

MENGENAL AMALAN ORANG-ORANG YANG DITOLONG ALLAH

Oleh : Tohari bin MisroAl-Maduri
Pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah Kriyanan Wates Kulonprogo

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. ( QS : Al-Maidah : 35 )

وعن أبي عبد الرحمان عبدِ الله بنِ عمرَ بن الخطابِ رضيَ اللهُ عنهما ، قَالَ : سمعتُ رسولَ الله - صلى الله عليه وسلم - ، يقول : (( انطَلَقَ ثَلاثَةُ نَفَرٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى آوَاهُمُ المَبيتُ إِلى غَارٍ فَدَخلُوهُ، فانْحَدرَتْ صَخْرَةٌ مِنَ الجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمُ الغَارَ ، فَقالُوا : إِنَّهُ لاَ يُنْجِيكُمْ مِنْ هذِهِ الصَّخْرَةِ إِلاَّ أنْ تَدْعُوا اللهَ بصَالِحِ أعْمَالِكُمْ .قَالَ رجلٌ مِنْهُمْ : اللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوانِ شَيْخَانِ كبيرانِ ، وكُنْتُ لا أغْبِقُ قَبْلَهُمَا أهْلاً ولاَ مالاً ، فَنَأَى بِي طَلَب الشَّجَرِ يَوْماً فلم أَرِحْ عَلَيْهمَا حَتَّى نَامَا ، فَحَلَبْتُ لَهُمَا غَبُوقَهُمَا فَوَجَدْتُهُما نَائِمَينِ ، فَكَرِهْتُ أنْ أُوقِظَهُمَا وَأَنْ أغْبِقَ قَبْلَهُمَا أهْلاً أو مالاً ، فَلَبَثْتُ - والْقَدَحُ عَلَى يَدِي - أنتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُما حَتَّى بَرِقَ الفَجْرُ والصِّبْيَةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ قَدَميَّ ، فاسْتَيْقَظَا فَشَرِبا غَبُوقَهُما . اللَّهُمَّ إنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابِتِغَاء وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هذِهِ الصَّخْرَةِ ، فانْفَرَجَتْ شَيْئاً لا يَسْتَطيعُونَ الخُروجَ مِنْهُ .. قَالَ الآخر : اللَّهُمَّ إنَّهُ كانَتْ لِيَ ابْنَةُ عَمّ ، كَانَتْ أَحَبَّ النّاسِ إليَّ - وفي رواية : كُنْتُ أُحِبُّها كأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النساءَ - فأَرَدْتُهَا عَلَى نَفْسِهَا فامْتَنَعَتْ منِّي حَتَّى أَلَمَّتْ بها سَنَةٌ مِنَ السِّنِينَ فَجَاءتْنِي فَأَعْطَيْتُهَا عِشْرِينَ وَمئةَ دينَارٍ عَلَى أنْ تُخَلِّيَ بَيْني وَبَيْنَ نَفْسِهَا فَفعَلَتْ ، حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا - وفي رواية : فَلَمَّا قَعَدْتُ بَينَ رِجْلَيْهَا ، قالتْ : اتَّقِ اللهَ وَلاَ تَفُضَّ الخَاتَمَ إلاّ بِحَقِّهِ ، فَانصَرَفْتُ عَنْهَا وَهيَ أَحَبُّ النَّاسِ إليَّ وَتَرَكْتُ الذَّهَبَ الَّذِي أعْطَيتُها . اللَّهُمَّ إنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابْتِغاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فيهِ ، فانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ ، غَيْرَ أَنَّهُمْ لا يَسْتَطِيعُونَ الخُرُوجَ مِنْهَا . وَقَالَ الثَّالِثُ : اللَّهُمَّ اسْتَأْجَرْتُ أُجَرَاءَ وأَعْطَيْتُهُمْ أجْرَهُمْ غيرَ رَجُل واحدٍ تَرَكَ الَّذِي لَهُ وَذَهبَ، فَثمَّرْتُ أجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنهُ الأمْوَالُ، فَجَاءنِي بَعدَ حِينٍ ، فَقالَ : يَا عبدَ اللهِ ، أَدِّ إِلَيَّ أجْرِي ، فَقُلْتُ : كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أجْرِكَ : مِنَ الإبلِ وَالبَقَرِ والْغَنَمِ والرَّقيقِ ، فقالَ : يَا عبدَ اللهِ ، لاَ تَسْتَهْزِىءْ بي ! فَقُلْتُ : لاَ أسْتَهْزِئ بِكَ ، فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فاسْتَاقَهُ فَلَمْ يتْرُكْ مِنهُ شَيئاً . الَّلهُمَّ إنْ كُنتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابِتِغَاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحنُ فِيهِ ، فانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ فَخَرَجُوا َيمْشُونَ )) مُتَّفَقٌ عليه

Dari Abu 'Abdirahman 'abdullah bin Umar, ia berkata, aku mendengar rosulullah bersabda: dulu ada tiga orang sebelum kalian yang berjalan hingga akhirnya mereka mendapatkan gua yang dapat mereka manfa'atkan untuk menginap. Kemudian mereka memasuki gua tersebut. Tiba-tiba ada sebuah batu besar yang menggelinding dari arah atas bukit dan menutupi pintu gua, sehingga mereka tidak dapat keluar. Kemudian mereka berkata : sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan dari batu yang besar ini kecuali jika kalian berdo'a kepada Allah dengan berbagai amal shalih kalian.'
Lalu ada salah seorang di antara mereka berkata:" ya Allah sesungguhnya aku mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia, dan aku terbiasa tidak memberi susu pada keluarga, budak belia, sebelum menyuguhkan kepada keduanya (orang tua). Pada suatu hari aku terlambat pulang mencari kayu dan ketika aku kembali menemuinya, keduanya telah tidur. Lalu aku memerahkan susu untuk keduanya, dan aku mendapatkan keduanya masih terlelap tidur. Maka aku enggan membangunkan keduanya dan memerahkan susu untuk keluarga atau budak, sebelum aku memberikannya untuk kedua orangtuaku. Dan-dengan mangkuk masih berada di tanganku- aku masih terus menunggu keduanya terbangun hingga terbit fajar sedang anak merengek-rengek di kedua kakiku. Lalu keduanya terbangun dan kemudian meminum susu mereka. Ya Allah jika aku melakukan hal tersebut karena mengharapkan wajah-Mu, maka berikanlah jalan keluar kepada kami dari batu besar yang menutupi ini." Maka batu itupun bergeser sedikit, namun mereka belum juga bisa keluar dari gua itu ,
Kemudian yang lain berucap, Ya Allah sesungguhnya pamanku mempunyai seorang anak perempuan yang sangat aku cintai.' Dalam riwayat lain di sebutkan , aku mencintainya seperti lazimnya kaum laki-laki mencintai kaum wanita. Lalu aku bermaksud mencampurinya tetapi ia selalu menolak. Setelah beberapa tahun berlalu ia mendapatkan kesulitan sehingga memaksanya datang kepadaku. Kemudian aku memberinya seratus dua puluh dinar dan setelah itu ia akan membiarkan diriku berbuat apa saja terhadapnya. Maka akupun melakukan apa saja yang menjadi kehendakku, sehingga ketika aku hendak mencampurinya.' Dalam riwayat yang lain di sebutkan' ketika aku duduk diantara kedua kakinya, wanita itu berkata," bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau memecahkan cincin itu kecuali dengan cara yang haq (benar). Maka akupun berpaling darinya, -adalah dia adalah orang yang aku cintai, akupun meninggalkan emas yang telah aku berikan kepadanya. Ya Allah jika aku mengharapkan hal itu karena mengharapkan wajahmu maka berilah jalan keluar kepada kami dari keadaan yang kami alami ini. Maka batu besar itupun bergeser, namun mereka tetap belum dapat keluar dari tempat tersebut
Kemudian orang yang ketiga mengucapkan,' Ya Allah, aku mempekerjakan beberapa orang dan aku memberikan upah mereka masung-masing kecuali satu orang saja yang tersisa, dia meninggalkan bagiannya lalu pergi. Kemudian aku mengembangkan upah orang itu hingga upah itu berkembang menjadi harta benda yang banyak, dan setelah beberapa lama, orang itu mendatangiku kembali seraya berkata," Hai hamba Allah, berikanlah upahku kepadaku, maka kukatakan padanya " Semua yang engkau saksikan ini adalah dari upahmu." Lalu ia berkata," Hai hamba Allah, janganlah engkau memperolok-olok aku. " Aku sama sekali tidak memperolok-olokkan kamu.' Sahutku. Kemudian ia mengambil semuanya itu dan membawanya tanpa meninggalkan sisa sedikitpun. " Ya Allah, juga aku melakukan hal tersebut karena mengharapkan wajah-Mu, maka berikanlah jalan keluar kepada kami dari tempat ini.' Maka batu besar itupun akhirnya bergeser. sehingga, mereka semua dapat keluar dengan berjalan kaki." ( HR : Bukhari : 3/104 : 2215 ) Muslim ( 8/89 : 2743 : 100 atau lihat kitab Riyadus Shalihin di bab Niat hadis terakhir )

Pelajaran dan hukum yang bisa kita ambil dari hadis ini :
*. Di sunnahkan membaca do'a ketika mengalami kesulitan. Karena kondisi seperti itu termasuk saat-saat dikabulkannya do'a.
*. Disyariatkan bertawassul kepada Allah dengan amal shalih dan semisalnya, Adapun makna tawasul adalah mengambil sarana agar ibadah dan do'anya lebih diterima dan dikabulkan. (lihat kitab Tauhid Syaikh Muhammad At-Tamimi ) sebagaimana firman Allah : ( QS : Al-Maidah : 35 )
Orang pertama berdo'a dengan baktinya pada orang tuanya. Dan sungguh menakjubkan kisah di bawah ini.
Ketika ibu dari Iyas bin Muawiyah wafat, Iyas meneteskan air mata tanpa meratap (niyahah), lalu beliau ditanya tentang sebab tangisannya, jawabnya, “Allah bukakan untukku dua pintu masuk jannah, sekarang, satu pintu telah ditutup.”Begitulah, orangtua adalah pintu jannah, bahkan pintu yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,Sebagaimana sabda Nabi  :
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ
" Orangtua adalah pintu surga yang paling tengah, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya "( HR : At-Tirmidzi : 1900,Ibnu Majah : 3633 dlllihat Bab Berbakti pada orangtua " Berkata Syaikh Al-Bani " hadis ini shahih "
Al-Qadhi berkata, “ Maksud pintu jannah yang paling tengah adalah pintu yang paling bagus dan paling tinggi. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”
Bersyukurlah jika kita masih memiliki orangtua, karena di depan kita ada pintu jannah yang lebar menganga. Terlebih bila orangtua telah berusia lanjut. Dalam kondisi tak berdaya, atau mungkin sudah pelupa, pikun atau tak mampu lagi merawat dan menjaga dirinya sendiri, persis seperti bayi yang baru lahir.
Rata-rata manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya, mencebokinya dan merawatnya dengan wajah ceria. Berbeda halnya dengan sikapnya terhadap orangtuanya yang kembali menjadi seperti bayi. Rasa malas, bosan dan kadang kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku. Mengapa? Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia, si bayi bisa diharapkan nantinya produktif, sedangkan orang yang tua renta, tak lagi diharapkan kontribusinya. Andai saja kita berorientasi akhirat, sungguh kita akan memperlakukan orangtua kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang kita panen lebih banyak dan lebih kekal.Sungguh terlalu, orang yang mendapatkan orangtuanya berusia lanjut, tapi ia tidak masuk jannah, padahal kesempatan begitu mudah baginya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ
قَالَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ
Sungguh celaka … Sungguh celaka …Sungguh celaka … , lalu dikatakan, siapakah itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda " Yakni orang yang mendapatkan salah satu orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk surga ( HR : Muslim : 4628 )
Ia tidak masuk jannah karena tak berbakti, tidak mentaati perintahnya, tidak berusaha membuat senang hatinya, tidak meringankan kesusahannya, tidak menjaga kata-katanya, dan tidak merawatnya saat mereka tak lagi mampu hidup mandiri. Saatnya kita berkaca diri, sudahkah layak kita disebut sebagai anak berbakti? Orang yang kedua berdo'a dengan perbuatannya yang dia punya kesempatan dan kekuasaan untuk berzina. Namun meninggalkanya
Berkata : Syaikh Al- Utsaimin Rahimahullahuta'ala dalam kitabnya Syarah Riyadus Shalihin " Kemuliaan menahan diri dari perbuatan zina. Jika seseorang mampu menahan diri dari zina, padahal dia bisa melakukannya, maka hal itu termasuk amal shalih. Sebagaimana diriwayatkan dari Nabi Nabi bahwa orang yang mampu menahan diri dari zina termasuk tujuh golongan yang akan dilindungi oleh Allah pada hari yang di dalamnya tidak ada perlindungan, kecuali lindungan-Nya. ":
الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Imam yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan pada Allah, seseorang yang hatinya selalu terkait dengan Masjid, dua oyang saling mencintai karena Allah dan keduanya berkumpul dan berpisahpun karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang mempunyai keturunan terpandangan plus memiliki wajah cantik, namun laki-laki tersebut menolak dan berkata " sesungguhnya saya takut pada Allah " ( atau sebaliknya ) dan seseorang dan menyembunyikan sedekahnya sehingga apa yang di infaqkan oleh tangan kanannya tidak diketahui oleh tangan kirinya, dan seseorang dalam kesendirianya lalu menetes air matanya. ( HR : Muslim : 1712 dalam kitab zakat, bab: Keutamaan menyembunyikan sedekah )
Orang yang kedua ini memiliki kesempatan yang besar untuk berzina dengan wanita yang dicintainya itu, tetapi karena rasa takutnya kepada Allah, maka dia pun meninggalkannya.
Maka jika jamaah mengalami kondisi seperti ini. Maka berdo'alah kepada Allah, niscaya Allah kabulkan do'a jamaah sekalian. Dan kasus orang kedua ini. Telah dialami oleh Nabi Allah yang bernama Yusuf . yang di ajak berbuat zina oleh istri seorang presiden mesir yang telah dibeli dari seorang musafir yang diambil dari dalam sumur karena dibuang oleh saudara-saudaranya Nabi Yusuf karena hasad/dengkinya mereka pada posisi Nabi Yusuf di tengah-tengah keluarganya.
Dan hasil kesabaran serta kuatnya ketaqwaan Nabi Yusuf. Kemudia Allah tolong kesulitan-kesulitan beliau dan Allah muliakan Nabi Yusuf di dunia dan di akhirat.
Orang yang kedua berdo'a dengan sikap amanah dan kedermawanannya
*. Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan meyampaikan amanah dan mengerjakan amal kebaikan untuk orang lain. Orang ketiga itu, walaupun memungkinkan baginya memberi usaha pada pekerjanya seperti apa adanya, sehingga hasil pengembangan harta itu tetap menjadi miliknya, tetapi karena amanahnya, kejujurannya dan keikhlasannya untuk saudaranya, maka dia pun memberikan seluruh upah yang telah dikembangkannya.
*. Hadis ini menjelaskan tentang kekuasaan Allah, atas kehendak dan izin-Nya batu besar yang menutupi pintu gua bisa bergeser sehingga mereka bisa keluar, karena Allah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
*. Penetapan karamah atau kemuliaan bagi para wali-wali Allah yang shalih. Yaitu yang mereka beriman lagi bertaqwa. Mereka itulah orang-orang yang menutupi kebaikan karena takut riya'. Adapun orang-orang yang melakukan amal perbutannya karena riya' dan sum'ah sehingga dia dipuji manusia – na'udzu billah- maka amalnya seperti buih yang akan hilang sia-sia, tidak bermanfaat bagi pelakunya.
*. Adapun orang suka memperlihatkan hal-hal yang aneh dan cendrung pada perbuatan syaitan/jin misalnya sering mempertontonkan kekebalan tubuhnya dipublik, mengaku mengetahui masa depan seseorang apakah baik atau buruk, dan lainnya, maka hal itu bukan termasuk karamah/kemuliaan para wali Allah. Tapi merekalah wali-wali syaitan. Maka waspadalah …!
*. Pengaran kitab ini, Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahuta'ala menjadikan hadis ini sebagai penutup. Yang menunjukkan bahwa keikhlasan merupakan tali keselamatan dan jalan kehidupan, juga bahwasanya tidak akan selamat dari kesulitan dunia dan hal-hal yang menakutkan di akhirat kelak kecuali orang-orang yang selalu mengikhlaskan amalnya hanya untuk Allah semata. Kita mohon kepada Allah agar kita bersama keluarga di masukkan dalam kelompok orang-orang yang mukhlisin. Sehingga kita bisa mendapatkan keselamatan didunia sebagaimana kisah hadis ini dan utamanya keselamatan di akhirat.
وبالله التوفيق
Sumber rujukan :
1. CD Al-qur'an terjamah indonesia dan inggris
2. Maktabah Syamilah yaitu DVD yang memuat ratusan ribu berbagai macam kitab
3. HPT
4. Kitab Bahjatun Naadirin Syarah Kitab Riyadus Shalihin Syaikh Salim
5. Syarah Kitab Riyadus Shalihin Al-Utsaimin